WARUNGPRING – Penguatan kualitas pendidikan berbasis literasi dan numerasi terus digalakkan secara intensif oleh jejaring sekolah penerima Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (BOSKIN) terbaik. Setelah sukses digelar di SMP N 1 Moga pada 29 Agustus dan SMP Islam Modern Al-Faqih pada 5 September, kini giliran SMP IT Warungpring yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi pada Sabtu, 12 September.
Kegiatan kolaboratif ini diikuti oleh jajaran pendidik dan perwakilan dari 6 sekolah penerima BOSKIN terbaik, yaitu:
- SMP IT Warungpring (Tuan Rumah)
- SMP N 1 Moga
- SMP Islam Modern Al-Faqih
- SMP Islam Moga
- SMP Islam Belik
- SMP Gombong
Pembukaan dan Sambutan
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi dari Kepala SMP IT Warungpring, Ibu Nyai Muhibah, S.Ag., yang pada kesempatan tersebut diwakilkan oleh Bapak Moch. Faisal Hidayat, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya konsistensi dan sinergi antarsekolah untuk terus berinovasi dalam pembelajaran.
“Kegiatan bergilir ini menjadi wadah strategis bagi kita semua untuk saling berbagi praktik baik. Menjadi tuan rumah pada putaran 12 September ini merupakan kehormatan bagi SMP IT Warungpring untuk terus mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan mutu kompetensi pendidik,” ujar Moch. Faisal Hidayat, M.Pd.
Sambutan dilanjutkan oleh perwakilan pengurus BOSKIN, Ibu Dariyah, S.Pd., yang memberikan apresiasi atas komitmen seluruh sekolah peserta dalam mengawal ketercapaian program BOSKIN melalui peningkatan mutu literasi dan numerasi peserta didik.
Paparan Materi dan Dinamika Acara
Memasuki agenda inti, hadir sebagai narasumber utama Bapak Nur Zamrudin, S.Pd., M.A. Beliau menyampaikan materi mendalam mengenai penyusunan instrumen pembelajaran dan strategi pengintegrasian literasi-numerasi yang adaptif serta relevan dengan kebutuhan murid di kelas.
Suasana kegiatan berlangsung sangat meriah dan komunikatif. Untuk menjaga semangat serta mencairkan suasana, sesi pemaparan diselingi dengan berbagai ice breaking interaktif. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung berkolaborasi dalam pengerjaan tugas kelompok lintas sekolah. Acara kemudian ditutup dengan sesi presentasi hasil diskusi kelompok dan tanggapan langsung dari narasumber.
